Jakarta oh.. Jakarta..

Sebagai pendatang di Jakarta *masih belum punya KTP Jakarta nih.. ooppss tepatnya harusnya KTP Banten, secara gue tinggal di daerah Tangerang*, ternyata gue harus menghadapi beberapa masalah juga..

Terutama menyangkut lalu lintas.. Hiks.. gue udah tersesat.. beberapa kali..

Pelajaran yang didapat dari tersesat-nya gue adalah..
[list=1][*]Kalau mau belok kanan di Jakarta, tidak berarti selalu harus ambil jalur kanan seperti pelajaran yang di dapat dari Papi waktu belajar nyetir. Sebalik nya justru ambil jalur paling kiri, karena jalur itu yang akan lewat di bawah jalan layang (yg naik nya dari jalur paling kanan).. dan selanjutnya baru bisa belok kanan..

[*]Jalan-jalan di Jakarta banyak yg tidak pake plang nama. Terpaksa cari-cari petunjuk dari plang nama toko, yang kadang tidak cocok juga dengan yg tercantum di peta (contohnya Arteri Pondok Indah vs Jl. Sultan bla..bla..)

[*]Dan menyebalkannya kalau sudah tersesat, sulit sekali cari tempat berhenti untuk membaca peta.. bisa-bisa disepanjang jalan bertebaran tanda “S Coret” dan sepanjang jalan itu pula one way alias satu arah, yang berarti kita harus memutari jalan yang macet sepanjang-panjangnya untuk kembali ke jalur yang benar.. hiks..

[*]Kalau mau masuk atau keluar jalan tol, yang tercantum di peta adalah nama gerbang tol nyaa.. sementara yang di pajang di plang-plang warna hijau itu, adalah arah tujuan daerahnya.. jadi contohnya.. kalau harus keluar di gerbang tol Veteran 3 misalnya.. plang nya akan tertulis “Tanah Kusir – Bintaro”… lha.. gimana ga kesasar cobaa… :D [/list]

TrackBack URI | RSS feed for comments on this post

Comments are closed.